SAAT TERAKHIR Mentari terbenam di batas cakrawala Cahaya senja perlahan meredup nirmala Seraut paras tersaput awan mendung Sedih dan cemas pun datang merundung Senja bahari pergi tanpa pesan Berganti malam berselimut kesedihan Terpaku raga diam seribu bahasa Teriris cinta yang masih menyiksa Waktu memaksa terus bergulir Kucoba tahan tak ingin ini berakhir Terpasung sukma seolah tak kuasa Menyimpan lara berjuta nelangsa Hati tersungkur jatuh mengiba Saat perpisahan akan segera tiba Batin merintih lirih tanpa suara Memendam rindu yang masih mendera Haruskah kubiarkan kakiku melangkah Sementara hati tak ingin pindah Akankah kusanggup melewati pagi Sementara raga tak ingin pergi Di sudut jalan mataku melayang Terbayang kisah yang terus terkenang Tentang simpul yang menjadi ikatan Dan tentang asa yang telah terwujudkan Kembali kan kulalui jalan-jalan sepi Memandangi langit yang tak bertepi Dan rindu tak juga mau berhenti Memaksa masuk dan merasuk relung hati Seluruh cerita telah kurangkum Ditemani malam dan jam yang terus berdentum Dalam setiap kata menitiklah airmata Terharu sedih membaca alur cerita Hanya doa yang masih terus bermunajat Untukmu yang teramat dalam melekat Semoga bahagia akan selalu tercurah Dan hidup senantiasa diliputi anugerah @sunnybibah Medan, 23072023
Akankah pertemuan ini adalah akhir dari perpisahan, atau perpisahan adalah awal dari sebuah pertemuan. Tak ada satupun yang mampu menduga, sampai batas waktu yang tak terhingga.
Sunny Bibah