Lompat ke konten
Beranda » Blog » Saat Terakhir

Saat Terakhir

SAAT TERAKHIR

Mentari terbenam di batas cakrawala
Cahaya senja perlahan meredup nirmala
Seraut paras tersaput awan mendung
Sedih dan cemas pun datang merundung

Senja bahari pergi tanpa pesan
Berganti malam berselimut kesedihan
Terpaku raga diam seribu bahasa
Teriris cinta yang masih menyiksa

Waktu memaksa terus bergulir
Kucoba tahan tak ingin ini berakhir
Terpasung sukma seolah tak kuasa
Menyimpan lara berjuta nelangsa

Hati tersungkur jatuh mengiba
Saat perpisahan akan segera tiba
Batin merintih lirih tanpa suara
Memendam rindu yang masih mendera

Haruskah kubiarkan kakiku melangkah
Sementara hati tak ingin pindah
Akankah kusanggup melewati pagi
Sementara raga tak ingin pergi

Di sudut jalan mataku melayang
Terbayang kisah yang terus terkenang
Tentang simpul yang menjadi ikatan
Dan tentang asa yang telah terwujudkan

Kembali kan kulalui jalan-jalan sepi
Memandangi langit yang tak bertepi
Dan rindu tak juga mau berhenti
Memaksa masuk dan merasuk relung hati

Seluruh cerita telah kurangkum
Ditemani malam dan jam yang terus berdentum
Dalam setiap kata menitiklah airmata
Terharu sedih membaca alur cerita

Hanya doa yang masih terus bermunajat
Untukmu yang teramat dalam melekat
Semoga bahagia akan selalu tercurah
Dan hidup senantiasa diliputi anugerah

@sunnybibah
Medan, 23072023

Akankah pertemuan ini adalah akhir dari perpisahan, atau perpisahan adalah awal dari sebuah pertemuan. Tak ada satupun yang mampu menduga, sampai batas waktu yang tak terhingga.

Sunny Bibah

Tinggalkan Balasan

error: