Lompat ke konten
Beranda » Blog » Masih Menanti

Masih Menanti

MASIH MENANTI

Kulangkahkan kaki
Melewati hari demi hari
Melintasi ruang-ruang sepi
Memacu raga yang masih terpatri
Mengingat semua yang telah terjadi
Sepi tanpa kau di sisi

Kupantik akal sehat
Kunyalakan api semangat
Agar hati sejenak rehat
Dari rindu yang kian berat
Dari kangen yang kian menghebat
Mengharap cinta tak lagi bersekat

Pikirku terbang
Lamunanku melayang
Apa yang sedang kaulakukan
Apa yang sedang kaupikirkan
Adakah aku yang mengisi hati
Di sini kumasih menanti

Hasrat tak dapat kubekap
Mengitari wajah yang masih tersekap
Melihat bayang yang tertidur lelap
Menatap senyum yang belum tersingkap
Dalam hati, lara ini kian terendap
Olehmu yang tak mampu kudekap

Kusentuh nurani
Agar ia mampu tegar berdiri
Menyongsong dan menyambut bidadari
Yang mampu mengisi ruang di hati
Tapi mengapa belum juga terganti
Kau masih jadi tempatku berhenti

Walaupun terpisah waktu
Tak mampu kuhentikan rindu
Meskipun terpisah jarak
Ragaku tak mampu mengelak
Biarpun terpisah samudera
Rindu masih terus mendera

Di sini kumasih menanti
Mendamba kau ada di sisi
Tempat menyandarkan inderawi
Tempat menggali inspirasi
Tempat menitipkan nurani
Tempat memuaskan naluri

@sunnybibah
Medan, 23012022

Waktu tak bisa menggangu, jarak tak mampu menggertak, samudera tak dapat mencidera. Perihal rindu tak ada yang bisa menahan sang pecandu. Kangen memang tak tau malu apalagi kalau sudah dimabuk rindu. Kangen memang tak mau tahu apalagi kalau sudah diracun madu.

Sunny Bibah

Tinggalkan Balasan

error: