
Memiliki Kehilangan
Mengapa memaksa dengan sesuatu yang pasti hilang. Mengapa memaksa dengan sesuatu yang akan tiada. Yang hilang akan tergantikan, yang lepas akan digandakan. Syukur dan bersabarlah, karena itu pintu masuk keikhlasan.

Mengapa memaksa dengan sesuatu yang pasti hilang. Mengapa memaksa dengan sesuatu yang akan tiada. Yang hilang akan tergantikan, yang lepas akan digandakan. Syukur dan bersabarlah, karena itu pintu masuk keikhlasan.

Keinginan yang tak terjadi jangan membuatmu patah langkah. Sejenak berhenti dan merenunglah, dirimu adalah anugerah. Apa yang terlepas mungkin tak dapat dikembalikan, tapi bisa tergantikan dengan lebih banyak keindahan.

Sebegitu sakitnya kah merindu, sebegitu perihnya kah menunggu. Padahal waktu tak pernah kemana, waktu menemanimu berbicara, tentang hakikat dan hikayat cinta, tentang apa kau dan dia rasa.

Boleh percaya boleh juga tidak. Selain meningkatkan konsentrasi, penelitian menunjukkan bahwa kafein pada kopi dapat memberikan perasaan gembira, bahagia, meningkatkan energi dan membantu emosi menjadi lebih baik.

Alam bisa jadi tempatmu bercerita, senja mungkin tempatmu berbicara. Yang terpenting bukan kepada siapa mulutmu bercerita, tapi kepada siapa hatimu berbicara. Alam hanya sebatas inspirasi, tapi Tuhan dialah Sang Sumber Kreasi.

Pengeras Suara Bagi Emosi Pernahkah kamu merasa perutmu tiba-tiba mulas luar biasa sesaat sebelum presentasi di depan kelas? Atau mungkin, kepalamu mendadak berdenyut kencang tepat saat kamu harus menghadapi ujian yang sangat menentukan, padahal sebelumnya kamu merasa sehat-sehat saja? Jika ya, selamat datang di dunia komunikasi bawah sadar antara otak

Mengapa Kita Merasa Terhubung dengan Cerita Kuno? Suatu saat, mungkin Anda pernah merasa sangat tertarik pada satu karakter film, terinspirasi oleh mitos Pahlawan yang mencapai takdirnya, atau tiba-tiba merasa sangat sedih tanpa tahu alasannya? Bagi Carl Gustav Jung (1875–1961), psikolog asal Swiss dan murid yang kemudian menjadi rival Freud, perasaan-perasaan

Kata Sebagai Jembatan Pikiran Pernahkah kamu merasa bahwa bahasa manusia itu sebenarnya sangat malas? Kita sering mengucapkan satu kata, tapi kita mengharapkan orang lain memahami sepuluh hal sekaligus. Saat seorang teman berkata, “Eh, mendung nih,” dia tidak sedang memberi laporan cuaca. Secara tidak langsung, dia mungkin bermaksud bilang: “Ayo cepat

Berharap temu terjadi lagi, takkan kubiarkan cinta itu pergi. Tapi realitas telah menjadi nyata, meski rindu menguras air mata. Disatu sisi anjangsana mencipta nelangsa, disisi lain renjana hadirkan sejuta rasa.