Lompat ke konten

Tag: menghibur orang lain

teori psikologi analitikal
Tasawuf & Psikologi
Habib Yunus

Teori Psikologi Analitikal Carl Gustav Jung (1875-1961): Peta Menuju Keutuhan Jiwa

Mengapa Kita Merasa Terhubung dengan Cerita Kuno? Suatu saat, mungkin Anda pernah merasa sangat tertarik pada satu karakter film, terinspirasi oleh mitos Pahlawan yang mencapai takdirnya, atau tiba-tiba merasa sangat sedih tanpa tahu alasannya? Bagi Carl Gustav Jung (1875–1961), psikolog asal Swiss dan murid yang kemudian menjadi rival Freud, perasaan-perasaan

Read More »
psikologi perkembangan masa hidup
Tasawuf & Psikologi
Habib Yunus

Menguasai “Game” Kehidupan Lewat Psikologi Perkembangan Masa Hidup

Hidup Bukanlah Sprint, Melainkan Open-World Game Tanpa Akhir Pernahkah kamu merasa bahwa dirimu yang sekarang, adalah versi “final” dari siapa kamu sebenarnya? Mungkin kamu merasa sedang berada di puncak emosi, atau justru sedang bingung mencari identitas di tengah gempuran tren media sosial 2026 yang bergerak secepat kilat. Namun, coba bayangkan

Read More »
iltizamiyyah bayyin
Aqidah & Filsafat
Habib Yunus

Membaca yang Tersirat: Dalalah Iltizamiyyah Bayyin dan Ghairu Bayyin dalam Ilmu Mantiq

Kata Sebagai Jembatan Pikiran Pernahkah kamu merasa bahwa bahasa manusia itu sebenarnya sangat malas? Kita sering mengucapkan satu kata, tapi kita mengharapkan orang lain memahami sepuluh hal sekaligus. Saat seorang teman berkata, “Eh, mendung nih,” dia tidak sedang memberi laporan cuaca. Secara tidak langsung, dia mungkin bermaksud bilang: “Ayo cepat

Read More »
psikologi anak
Tasawuf & Psikologi
Habib Yunus

Mengintip “Dapur” Karakter: Mengapa Psikologi Anak Adalah Kunci Memahami Dirimu yang Sekarang

Mesin Waktu dalam Memori dan Perilaku Pernahkah kamu duduk melamun, lalu tiba-tiba teringat kejadian memalukan saat kamu berusia lima tahun? Atau mungkin kamu bertanya-tanya mengapa kamu begitu takut pada kegelapan, sangat kompetitif dalam game, atau justru sangat mudah merasa iba pada orang lain? Jawabannya tidak jatuh dari langit semalam. Semua

Read More »
otak insani
Sains & Teknologi
Habib Yunus

Neokorteks: Sang CEO Rasional, Mahakarya Jenius dari Manusia yang Berpikir Sehat

Memahami Manusia Cerdas Pernahkah Anda berhasil menahan diri untuk tidak membalas pesan yang menjengkelkan saat marah, melainkan memilih menulis tanggapan yang lebih diplomatis setelah mendinginkan kepala? Atau, saat Anda merencanakan studi jangka panjang, membagi target belajar menjadi mingguan dan bulanan? Aksi-aksi seperti menunda kepuasan, merencanakan masa depan, dan berpikir secara

Read More »
apa itu skizofrenia
Tasawuf & Psikologi
Habib Yunus

Retaknya Cermin Realitas: Menjelajahi Kedalaman Apa Itu Skizofrenia dan Cara Penanganannya

Antara Kenyataan dan Imajinasi Mungkin kamu pernah menonton film di mana sang tokoh utama menyadari bahwa orang-orang yang ia ajak bicara sebenarnya tidak pernah ada. Atau suatu pagi kamu bangun, dan tiba-tiba semua orang di sekitarmu terdengar seperti sedang membicarakan rahasia gelap tentangmu melalui pikiran mereka. Bagi kebanyakan dari kita,

Read More »
tak ingin pergi
Puisi & Literasi
Habib Yunus

Tak Ingin Pergi

Berharap temu terjadi lagi, takkan kubiarkan cinta itu pergi. Tapi realitas telah menjadi nyata, meski rindu menguras air mata. Disatu sisi anjangsana mencipta nelangsa, disisi lain renjana hadirkan sejuta rasa.

Read More »
media tulisan
Puisi & Literasi
Habib Yunus

Menjelajahi Dunia Media Tulisan, Wadah Anda Menuangkan Ide, Karya, dan Kreativitas

Membongkar Kekuatan Media Tulisan Pernahkah Anda berhenti sejenak untuk memikirkan betapa banyak informasi yang kita serap setiap hari, semuanya disampaikan melalui rangkaian aksara? Mulai dari meme yang membuat Anda tertawa, update berita terbaru di linimasa, hingga jurnal ilmiah yang mengklaim penemuan vaksin, semua adalah produk dari media tulisan. Media tulisan

Read More »
mesin waktu
Puisi & Literasi
Habib Yunus

Mesin Waktu

Penyesalan selalu datang terlambat. Saat tersadar ternyata hati masih tertambat. Dulu kau tak peduli, abaikan dan biarkan dia lewat. Kini kau melara menahan beban yang begitu berat.

Read More »
error: