blog

Bagaimana Bisa Menjual Dan Untung 10x Lipat Apapun Produk Yang Anda Jual

0
menjual dan untung

Setiap kita adalah penjual, tidak peduli apapun profesi yang sedang kita jalani saat ini. Baik pengusaha, pebisnis, pedagang, bahkan karyawan sekalipun semuanya adalah penjual.

Sederhananya penjual adalah mereka yang menjual barang atau jasa yang mereka miliki untuk ditukar dengan duitnya orang lain.

Karyawan menjual waktu, tenaga, dan pikiran mereka untuk mendapatkan uang sebagai imbalannya. Jadi profesi penjual bukan hanya untuk mereka yang punya usaha atau bisnis saja.

Cuma dalam tulisan ini saya hanya fokuskan untuk mereka yang berprofesi sebagai pebisnis, pengusaha, atau pedagang. Karena sedikit banyaknya mereka memiliki kontrol atas profit yang bisa mereka hasilkan.

Jadi bagaimana caranya agar bisa menjual dan untung apapun produk yang Anda jual?

Anda tahu, masalah untung itu tergantung apakah produknya laku atau tidak. Kalau laku berarti duit masuk dan kalau duit masuk harusnya Anda untung.

Untung adalah selisih antara penjualan dengan seluruh biaya yang sudah Anda keluarkan.

Jadi kalau dari penjualan Anda dapat omset Rp10 juta perbulan dan biaya yang Anda keluarkan seluruhnya adalah Rp5 juta perbulan maka Anda sudah untung Rp5juta perbulan.

Sederhana kan? 🙂

Ingat, tujuan jualan adalah laku dan untung. Anda jangan terlalu sibuk dengan elemen yang tidak berdampak pada laku dan untung. Karena akibatnya Anda jualan tapi rugi.

Buat apa jualan kalau akhirnya rugi?

Begitu juga tujuan bisnis adalah untung bukan cuma memiliki bisnis. Untuk apa punya bisnis kalau tidak untung sama sekali?

Jadi sebelum saya cerita lebih jauh bagaimana supaya bisa menjual dan untung 10x lipat maka yang harus diberesi adalah bagaimana agar produknya laku lebih dulu. Karena semakin banyak produk laku maka untung juga akan semakin besar.

Dan laku itu adalah masalah nilai. Artinya produk bagus harusnya laku. Produk bermanfaat harusnya dicari orang.

Kalaupun ada produk jelek dan laku, itu berarti ada unsur penipuan didalamnya. Dan tetap saja ujung-ujungnya bakalan jadi tidak laku juga. 🙂

Sekarang coba jawab dengan jujur produk Anda bagus atau tidak?

Jadi pertama sekali yang harus diperiksa agar bisa menjual dan untung itu adalah produk yang Anda jual harus bagus. Apakah produk Anda bisa menjadi solusi untuk masalah yang saat ini sedang dihadapi orang lain (marketable).

Dengan kata lain kenali produk Anda lebih dulu (product knowledge)Pahami apa kelebihan dan apa pula kekurangannya.

Memang benar tidak ada produk yang 100% benar-benar bagus. Selalu ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi fokuslah pada kelebihannya bukan sibuk menutup-nutupi kekurangannya. Carilah kelebihan produk Anda dan angkat itu.

Jika sebuah produk sudah dikenal dengan segala kelebihannya maka kekurangannya akan tertutupi dengan sendirinya. Orang sudah tidak lagi peduli dengan kekurangannya karena manfaat yang ia rasakan jauh melebihi kekurangannya.

Ingat juga bahwa orang selalu fokus ingin menyelesaikan masalahnya sendiri. Jika masalahnya sudah teratasi ia akan melupakan kekurangan orang lain. Dan kekurangan produk Anda itu adalah masalah Anda, bukan masalah orang lain. 😀

Jika Anda sudah tahu bahwa produk Anda bagus dan secara spesifik bisa menyelesaikan masalah orang lain, maka segera beritahukan ini. Hal yang bermanfaat harus diberitahukan kepada sebanyak mungkin orang agar bisa menguntungkan.

Sebagus dan sehebat apapun produk jika hanya Anda sendiri yang tahu maka tidak akan ada yang beli. Kalau tidak dibeli, ya tidak jadi untung.

Maka sebarkanlah manfaat produk Anda ke sebanyak mungkin orang. Edukasi mereka agar mereka mengerti bahwa produk Anda bisa membantu mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi. Beritahu mereka bahwa produk Anda adalah solusi yang paling tepat untuk mereka saat ini.

Saya katakan ke sebanyak mungkin orang bukan berarti Anda mempromosikannya ke sembarang orang. Tapi promosikanlah kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkannya. Karena hanya orang yang butuh saja yang akan membeli produk Anda.

Maka langkah selanjutnya agar bisa menjual dan untung adalah tawarkan produk Anda pada orang yang tepat. Dengan kata lain kenali target market Anda.

Cari tahu siapa yang benar-benar butuh produk Anda. Dimana mereka tinggal, berapa usianya, jenis kelaminnya, dan hal lain yang berkaitan dengan target market Anda.

Semakin spesifik Anda mendefenisikan target market, maka semakin besar peluang produk Anda laku dan untung.

Lakukan riset baik itu online atau offline untuk menemukan mereka. Gunakan tools online seperti Google Keyword Planner atau Facebook Insight jika Anda ingin melakukannya secara online. Manfaatkan juga media promosi online untuk melakukan retargeting atau remarketing.

Sebagai gambaran bagaimana menemukan market yang tepat dan mengenali orang yang butuh dengan produk Anda silahkan lihat tulisan saya yang ini.

Nah, kalau Anda sudah mengenali produk dengan baik dan sudah menemukan target market yang tepat tapi produk yang Anda tawarkan belum juga laku maka yang harus diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana cara Anda menawarkan.

Saya katakan diatas tadi bahwa produk yang bagus harusnya laku. Kalau tidak laku berarti ada yang salah dengan penawaran Anda.

  1. Kesalahan pertama, Anda menawarkan ke orang yang salah
  2. Atau kesalahan kedua, cara Anda menawarkan yang salah.

Kalau Anda menawarkan ke orang yang salah maka Anda harus belajar bagaimana melakukan riset market. Kalau cara Anda menawarkan yang salah berarti Anda harus belajar bagaimana membuat penawaran yang menarik dan bisa dipercaya.

Anda harus belajar copywriting.

Jadi langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan agar bisa menjual dan untung adalah buat penawaran yang menarik. Sebagai gambaran Anda bisa baca kembali tulisan saya tentang membuat penawaran yang menarik disini.

Syukurnya, jika Anda melakukan 2 langkah sebelumnya diatas, maka membuat penawaran yang menarik akan jadi jauh lebih mudah.

Marketing itu bukan ilmu pasti. Marketing lebih kepada ilmu tebak-tebakan. Maka buatlah beberapa penawaran dan lihatlah reaksi orang terhadap penawaran-penawaran Anda tersebut. Lihat mana penawaran yang diterima pasar dan diserbu pembeli. Perhatikan elemen mana sajakah dalam bisnis Anda yang membuat produk Anda lebih laku dan lebih untung.

Jika Anda terus membombardir dengan menghabiskan semua budget iklan maka marketing Anda akan jadi lebih boros. Akibatnya duit habis dan bukannya untung yang di dapat malah bisa jadi Anda kesulitan dana untuk memulai bisnis lagi.

Maka ada baiknya Anda melakukan test kecil selama periode waktu tertentu. Lakukan test kecil dengan menanyakan kepada beberapa teman kira-kira apakah penawaran seperti ini sudah bagus atau tidak. Apakah penawaran seperti ini membuat mereka tertarik atau tidak. Dan yang paling penting apakah mereka mau beli.

Maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan agar bisa menjual dan untung lebih banyak adalah dengan selalu melalukan test dan ukur hasilnya.

Apa yang di test?

Beberapa yang bisa ditest antara lain headline, adcopy, jenis font, warna font, posisi tulisan, banner, media promosi yang digunakan, tombol, dan lain-lain. Jika menggunakan video Anda bisa test suaranya, bahasa promosinya, benefit atau fitur produk yang lebih baik disampaikan lebih dulu, dan elemen lain yang saling mempengaruhi.

Lalu bagaimana mengukur hasilnya.

Kuncinya adalah angka. Angka yang akan menunjukkan apakah terjadi peningkatan atau tidak.

Buat kriteria yang Anda anggap sebagai sebuah peningkatan dalam marketing. Misal berapa banyak yang beli, berapa banyak yang klik, berapa banyak yang lihat, berapa banyak yang datang, berapa banyak yang pesan, hari apa yang paling laris, jam berapa paling laris, bulan apa paling laris, dan seterusnya.

Semakin detail Anda mendefenisikan dan mengukur hasilnya maka semakin sukses Anda dalam membuat sebuah penawaran. Maka Andapun akan semakin sukses dalam menjual dan untung lebih banyak tanpa harus keluar biaya promosi lebih besar. Bisnis Anda akan jadi jauh lebih efektif dan efisien.

Prakteknya jika Anda menggunakan Facebook Ads sebagai media promosi, maka buatlah 4 buah penawaran dengan headline atau adcopy yang berbeda. Gunakan juga 4 banner atau image yang berbeda pula. Lalu jalankan iklan Anda.

Untuk tahap awal jika budget iklan yang Anda miliki Rp1 juta, maka pecahlah jadi 10 bagian. Jadi masing-masing bagian Anda punya budget Rp100 ribu. Jalankan iklan selama 10 hari dan lihatlah hasilnya. Apakah Anda puas. Iklan mana yang memberikan performa paling baik.

Jika sudah tahu, maksimalkan iklan itu dengan Rp100 ribu berikutnya. Test lagi iklan Anda, jika untung bombardir dengan seluruh budget marketing yang Anda punya dan tunggu hasilnya. Ulangi terus seperti ini, jika menghasilkan maka lanjutkan iklan Anda.

Dan terakhir bagaimana agar bisa menjual dan untung lebih besar adalah dengan melakukan scale-up.

Apa itu scale-up?

Scale-up adalah cara meningkatkan kinerja dari sebuah iklan yang sedang berjalan. Scale-up biasa dilakukan setelah serangkaian test yang sudah kita lakukan. Memperbesar budget iklan adalah salah satu metode dalam melakukan scale-up.

Dari test yang sudah Anda lakukan diatas, kesimpulannya Anda sudah akan menemukan iklan mana yang paling baik. Kemudian dengan menambah budget harian atau menambah budget iklan itu artinya Anda sudah melakukan scale-up.

Contoh sederhanya seperti ini.

Jika dari uji coba dengan memakai budget Rp10 ribu perhari Anda berhasil menjangkau 1000 orang dan untung Rp100 ribu. Itu artinya setiap Anda keluar uang Rp10 ribu Anda dapat Rp100 ribu. Jadi kenapa Anda tidak menjangkau lebih banyak orang dengan budget yang lebih besar untuk dapat untung yang lebih besar.

Logika sederhananya seperti itu.

Tapi scale-up bukan hanya dilakukan pada budget saja. Anda bisa melakukan scale-up untuk target market yang lebih spesifik. Misalkan dengan melakukan segmentasi berdasarkan pendidikan, usia, jenis kelamin, status sosial, kota, dan lain-lain tapi tetap mengacu pada data-data dari iklan sebelumnya.

Karena tujuan scale-up cuma satu yaitu meningkatan keuntungan. Jadi scale-up pada target boleh saja dilakukan asal Anda tetap untung bahkan lebih untung dari sebelumnya. Jika tidak, maka tetaplah fokus pada target market yang terbukti sudah menghasilkan.

Nah inilah 5 langkah bagaimana Anda bisa untung 10x lipat apapun barang yang Anda jual.

Semoga bermanfaat.

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Pelayanan Untuk Kesuksesan Bisnis Anda

0
meningkatkan kualitas pelayanan

Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar kata melayani/pelayanan?

Tulisan ini saya mulai dengan apa yang dimaksud dengan melayani/pelayanan, baru setelah itu kita bisa tahu bagaimana caranya meningkatkan kualitas pelayanan.

Jadi menurut Anda apa yang dimaksud dengan pelayanan?

Melayani adalah memberi. Memberi sesuatu pada orang lain bisa itu waktu, tenaga, uang, pikiran, atau lainnya.

Melayani adalah membantu.

Membantu orang lain, membantu orang yang butuh pertolongan, membantu orang yang sedang dalam kesusahan, atau membantu orang lain keluar dari masalahnya.

Jadi kalau boleh saya defenisikan melayani itu adalah perbuatan yang dilakukan untuk membantu menyiapkan yang diperlukan/dibutuhkan dengan tujuan memberikan kemudahan, kenyamanan, kebahagiaan, kesenangan pada orang lain.

Kalau kita lihat, tujuan awal dari melayani adalah memberi kebahagiaan pada orang lain. Memberi tanpa mengharap imbalan apalagi kalau itu berupa harta atau uang. Kalaupun ada anggap itu bonus dari perbuatan baik yang sudah Anda lakukan, bukan sebagai tujuan.

Kalau dalam bahasa agama perbuatan yang dilakukan tanpa mengharap imbalan dari manusia namanya ikhlas. Ikhlas adalah niat dalam hati setiap akan melakukan sesuatu dengan hanya mengharap balasan dan ridho dari Allah SWT.

Benar gak sih… 🙂

Cuman kalau kita kaitkan dengan bisnis maka melayani itu ada, karena sebab dan akibat. Maksudnya:
“sebab” = karena pernah beli produk kita maka kita layani.
“akibat” = kita layani karena ada sesuatu yang ingin kita dapatkan dari mereka.

Dan ini diamini oleh hampir semua konsumen.

Kompleksnya hidup membuat orang menjadi kurang percaya dengan kebaikan. Kenapa Anda mau melakukan itu? Pasti ada apa-apanya, ada maunya, ada udang dibalik batu, ujung-ujungnya pasti duit. 🙂

Jadi apa yang harus kita lakukan kalau sudah begini?

Yang perlu Anda lakukan adalah kembali ke tujuan awal dari melayani yaitu ikhlas. Ikhlas tanpa meminta imbalan apa-apa. Ikhlas tanpa mengharap balasan apa-apa kecuali dariNya.

Kenapa harus ikhlas?

Coba bayangkan dan saya yakin Anda pasti pernah merasakan ini.

Saat lagi PDKT, Anda pasti rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta dari gadis pujaan Anda.

Benar tidak?

Dia minta dijemput, minta diantarin, minta ditungguin, minta dibelikan ini itu, semuanya Anda lakukan, Anda penuhi, Anda turuti, Anda layani. Karena tujuan Anda bagaimana dia juga bisa jatuh cinta pada Anda.

Iya kan?

Terus apa yang terjadi kalau ternyata si cewek tidak membalas cinta Anda. Apa Anda masih terus melayani?

Saya yakin tidak.

Mendadak konsistensi Anda hilang begitu Anda tahu cinta Anda tidak berbalas.

Jadi poin pertama yang harus Anda ingat untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan adalah pahami arti melayani. Perbaiki tujuan Anda dalam memberikan pelayanan dan harus ikhlas, karena ikhlas membantu Anda untuk terus konsisten.

Setelah didefenisikan dengan baik dan punya niat tulus, pertanyaan selanjutnya darimana Anda harus mulai?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus tahu, saat ini Anda ada di level mana dalam kualitas pelayanan.

Kualitas pelayanan itu ada tingkatannya, maka judul yang saya pilih bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan. Artinya ada kondisi Anda sekarang berada dimana dan mau kemana.

Untuk gampangnya, perhatikan contoh pelayanan yang diberikan Supir Taxi ini.

meningkatkan kualitas pelayanan

Jadi poin kedua yang harus Anda ingat untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan adalah jawablah dengan jujur saat ini Anda berada di level mana lalu mulailah dari level itu.

Marketing yang baik itu tidak bisa dipadukan dengan kualitas pelayanan yang buruk. Sehebat apapun strategi marketing yang Anda lakukan jika dipadu dengan kualitas pelayanan yang buruk itu sama saja dengan penipuan.

Dan ini bisa menjurus pada tindak kriminal karena apa yang Anda janjikan dalam bahasa promosi espektasinya sangat jauh dari apa yang didapat. Apalagi jika Anda bergerak dalam usaha jasa.

Memang tidak menutup kemungkinan Anda bisa memiliki bisnis hebat dengan pelayanan yang jelek. Tapi mungkin kondisinya seperti ini…

Anda bertindak sebagai seorang bos galak yang mengawasi setiap detail pekerjaan bawahan dan memaksa mereka untuk selalu bekerja keras. Dan saat Anda tinggal mereka maka seketika itu pula pelayanan jadi jelek.

Melayani bukan hanya melatih melakukan sesuatu dengan benar tapi lebih dari itu yaitu bagaimana melahirkan sebuah budaya yang dilakukan secara konsisten sehingga menjadi kebiasaan yang baik.

Kalau masih menjalankan bisnis sendirian, maka tanamkanlah itu di diri sendiri dan jadikan pelayanan yang baik sebagai budaya Anda.

Pelayanan harus bisa menjadi sebuah standar yang harus diikuti. Setiap individu harus mempunyai standar yang jelas dalam pelayanan apalagi dalam sebuah perusahaan. Karena kalau beda efeknya masing-masing individu akan melayani dengan standar sendiri yang akan menimbulkan konflik karena beda standar dalam melayani.

Jadi poin ketiga yang harus Anda ingat untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan adalah miliki standar dan budaya pelayanan.

Kalau Anda sebagai bos maka diskusikan ini ke semua bawahan Anda di perusahaan. Sepakati tentang standar pelayanan di perusahaan agar setiap individu memiliki misi menuju arah yang sama tentang melayani.

Setelah memiliki standar yang jelas tentang pelayanan dan sudah mulai melakukannya, tanyakan apakah pelayanan yang kita berikan adalah yang terbaik?

Seringkali kita merasa bahwa pelayanan kita sudah yang terbaik tapi yang terjadi malah sebaliknya. Dan ini terjadi tanpa kita sadari.

Maka untuk menghindari ini, Anda perlu tahu siapa yang Anda layani, keinginannya, karakternya, sifatnya, dan semua hal yang berkaitan dengan pihak yang Anda layani.

Tujuannya agar Anda bisa menilai apakah pelayanan yang diberikan sudah baik dan sesuai dengan harapan mereka.

Cuman masalahnya seringkali kita bias dalam menilai diri sendiri, tidak objektif dan cenderung mencari pembenaran. Benar tidak? Untuk itu Anda butuh pihak ketiga yang memahami dengan baik bisnis atau produk yang Anda tawarkan.

Anda bisa mengundang ahli dan meminta saran dari mereka bagaimana membuat bisnis yang bagus dan pelayanan yang memuaskan. Namun sayangnya menggunakan jasa mereka, uang yang Anda keluarkan bisa dibilang tidak murah.

Untungnya ada ahli yang mau memberikan saran terbaik dengan sukarela tanpa dibayar.

Siapa mereka? Merekalah konsumen Anda.

Mintalah saran, kritik, feedback, dari konsumen yang menggunakan fasilitas atau layanan Anda. Konsumen yang komplain dan marah-marah adalah para ahli yang sangat bagus untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Jadi poin selanjutnya yang harus Anda ingat untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah dengan menguji kualitas pelayanan Anda. Apakah selama ini Anda sudah memberi sama dengan yang dibayar, kurang atau bahkan lebih.

Mintalah saran dari mereka yang menggunakan layanan Anda.

Jika Anda melayani kurang dari nilai yang mereka bayar maka segera perbaiki.

Setidaknya konsumen mendapati bahwa uang yang mereka keluarkan sebanding dengan pelayanan yang Anda berikan. Atau konsumen menemukan bahwa produk atau jasa yang mereka beli sama dan sesuai dengan harapan mereka.

Dan terakhir jika sudah memahami dengan baik arti dari sebuah pelayanan, dan mengetahui dengan jelas level pelayanan yang Anda berikan, kemudian memiliki standar dan budaya melayani dengan baik, lalu Anda juga sudah menguji kualitas pelayanan dan sesuai dengan apa yang diharapkan, maka tahapan selanjutnya adalah perdalam lagi apa yang diinginkan konsumen.

Bagaimana caranya?

Caranya seperti yang saya sebutkan sebelumnya yaitu kenali lagi pihak yang Anda layani. Apa keinginannya, bagaimana karakternya, bagaimana sifatnya, apa maksudnya, dan yang lainnya.

Berikan mereka kejutan berkesan yang membuat mereka selalu ingat dengan pelayanan Anda.

Kejutan tidak harus selalu mahal, segelas air putih untuk mereka yang sedang haus akan membuat mereka sangat berterima kasih.

Jadi poin terakhir yang harus Anda ingat untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah dengan menggali lebih jauh apa keinginan konsumen. 

Memang benar konsumen adalah pemberi saran terbaik. Cuman ada baiknya Anda tidak dimarahi atau dikomplain dulu baru mau berubah. Apa enaknya konsumen marah dulu, ngomel-ngomel dulu, baru Anda mau berubah.

Maka gunakanlah empati. Rasakan apa yang konsumen rasakan. Kenali keluhan mereka seperti Anda mengenali diri Anda sendiri.

Inilah tahapan yang perlu dilakukan bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan agar jadi lebih baik untuk kesuksesan bisnis Anda kedepannya.

Semoga bermanfaat.

Bagaimana Membuat Orang Lain Mau Beli Produk Anda Meski Harganya 3x Lebih Mahal

0
mau beli produk Anda

Jika ditanya mau tidak produk atau jasa Anda diborong orang meski harga yang Anda tawarkan 3x lebih mahal?

Jawabannya pasti mau kan?

Setelah tahu bagaimana caranya membuat orang lain percaya dengan semua penawaran Anda, selanjutnya kita perlu tahu bagaimana membuat orang lain mau beli produk Anda meski harganya 3 kali lebih mahal.

Ada satu hal yang perlu Anda sadari dulu bahwa setiap orang pasti ingin untung.

Benar tidak?

Cuman yang sering jadi masalah, sebagai penjual kita merasa harus lebih untung dan mengabaikan keuntungan lain yang harus didapat pembeli.

Iya kan?

Survei membuktikan bahwa orang bersedia membayar lebih jika mereka merasa tetap untung atau bahkan lebih untung dibandingkan nilai uang yang mereka keluarkan saat membeli produk. Pembeli juga ingin untung besar meski uang yang mereka keluarkan sedikit.

Jadi poin pertama, kata kunci yang harus diingat adalah untung.

Menarikya, masalah untung rugi bukan cuma hitungan dagang matematis. Ada faktor lain yang menyebabkanya nilainya bisa naik dan turun.

Pernahkah Anda tidak hitung-hitungan ketika membeli sesuatu? Misal Anda beli jam tangan original bermerk dengan harga mahal untuk pacar atau pasangan Anda?

Faktor emosi bermain disini…

Atau coba bayangkan ketika Anda diberikan uang sama atasan tapi dengan cara dilempar ke muka Anda didepan banyak orang terus Anda disuruh kutip uang itu?

Mau tidak…?

Lagi-lagi emosi mengambil peran disini.

Maka faktor emosi adalah sesuatu yang bisa dimainkan yang membuat orang tidak hitung-hitungan untuk urusan uang atau membeli produk.

Nah, sampai disini Anda sudah tahu bagaimana caranya membuat orang lain mau beli produk Anda meski harganya lebih mahal yaitu dengan cara memainkan emosi calon pembeli. Mainkan emosi pembeli supaya mereka jatuh cinta dan sayang dengan produk Anda.

Jadi poin kedua, kata kunci yang harus Anda ingat adalah emosi.

Tapi tidak cukup sampai disini.

Kalau dilihat lebih jauh, maka ada keuntungan lain yang bisa Anda dapat dengan memainkan emosi ini. Anda bukan hanya bisa menjual dengan harga 3x lipat lebih mahal tapi bisnis Anda bisa jauh berkembang meninggalkan pesaing.

Mau tahu…?

Ada 2 jenis emosi yaitu positif dan negatif. Perasaan senang, bangga, cinta, sayang, bahagia, syukur, ini termasuk emosi positif. Sedangkan marah, kecewa, sedih, menderita, takut, dan yang lainnya ini termasuk emosi negatif.

Saya yakin Anda pasti pernah merasakan semua perasaan ini. Contoh: ketika membeli sesuatu bukannya senang tapi malah marah dan kecewa. Terus Anda ceritakan kekesalan Anda ke teman-teman, dan mungkin juga menumpahkannya di sosial media.

Bayangkan jika ini terjadi di bisnis Anda.

Efeknya maka produk atau jasa Anda, baik secara personal atau perusahaan secara keseluruhan akan dinilai jelek. Bahkan mungkin reputasi Anda sebagai professional juga bisa hancur.

Maka emosi positif memberikan energi yang positif pula untuk bisnis Anda.

Lalu bagaimana caranya agar pembeli memiliki emosi positif terhadap produk dan jasa Anda? Caranya adalah dengan memberikan pelayanan terbaik.

Berikan pelayanan terbaik yang Anda bisa Anda lakukan kepada semua pelanggan atau pembeli produk Anda.

Jadi poin ketiga, kata kunci yang harus Anda ingat adalah pelayanan.

Marketing yang baik harus dipadukan dengan pelayanan yang baik pula. Tidak bisa marketing yang baik tapi pelayanan yang diberikan jelek. Efeknya seperti yang saya sebutkan diatas. Produk dan jasa Anda akan dicap jelek.

Pelayanan itu bukan hanya melatih melakukan sesuatu dengan benar.

Tapi lebih dari itu…

Yaitu mampu melahirkan sebuah budaya yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu di perusahaan Anda.

Pelayanan harus bisa menjadi sebuah standar perusahaan yang harus terus diikuti. Setiap individu di perusahaan harus mempunyai defenisi yang sama tentang pelayanan. Karena kalau beda, masing-masing individu akan melayani dengan standar mereka sendiri yang nantinya bisa menimbulkan konflik.

Jadi buatlah kesepakatan tentang standar dan defenisi arti pelayanan ini di bisnis Anda.

Ada satu lagi point penting tentang bagaimana membuat orang lain mau beli produk Anda dengan harga 3x lipat lebih mahal.

Apa itu…? Rekomendasi…

Point keempat, kata kunci yang harus Anda ingat adalah rekomendasi.

Rekomendasi adalah alat promosi yang paling dahsyat. Pelayanan baik maka produk atau jasa Anda akan direkomendasi baik. Sebaliknya pelayanan jelek maka produk dan jasa Anda akan direkomendasi jelek.

Saya jadi ingat kalimat promosi yang sering di tulis di angkot-angkot yang sering saya naiki waktu berangkat sekolah dulu.

“Kalau Anda senang bilang teman, kalau tidak bilang kami”

Kalau Anda direkomendasi baik maka orang yang mau beli produk dan jasa Anda pasti akan semakin banyak.

Alurnya seperti ini…

Banyak suka =  Banyak rekomendasi = Banyak laku = Banyak untung = Banyak duit.

Enak toh…? ^_^

Dengan pelayanan yang baik maka jalan Anda memenangkan persaingan akan jauh lebih mudah.

Cuman kalau pembeli senang biasanya mereka rekomendasi hanya ke 2-3 orang saja. Tapi kalau gak senang, ngomongnya bisa ke lebih dari 10 orang. Bahkan kalau sampai brantem dan saling tuntut bisa sampai ribuan orang yang tahu. ^_^

Terus gimana caranya supaya pembeli yang senang ngomongnya kalau bisa ke 100 orang atau lebih? Kalau kita lanjut lagi, ntar saya gak kelar-kelar nulis artikel ini. Mending kita langsung masuk kesimpulan aja ya. ^_^

Kesimpulannya…

Bagaimana membuat orang lain mau beli produk Anda meski harganya 3x lipat lebih mahal yaitu dengan melakukan 4 point sirkulasi ini:

  1. Berikan keuntungan yang besar.
  2. Ciptakan emosi positif.
  3. Berikan pelayanan terbaik dan jadikan itu sebagai budaya.
  4. Terima rekomendasi baik sebagai efeknya.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa dipraktekkan…

Bagaimana Membuat Orang Lain Percaya Dengan Semua Penawaran Anda

0
percaya dengan semua penawaran

Setelah tahu bagaimana caranya membuat orang lain mau mengeluarkan uangnya untuk Anda, ada masalah lain muncul, bahwa:

  1. Tidak semua orang mau Anda bantu.
  2. Tidak semua orang setuju dengan penawaran Anda.
  3. Tidak semua orang percaya dengan solusi Anda.

Kompleksnya hidup membuat tidak semua orang percaya dengan kebaikan apalagi percaya dengan semua penawaran Anda. Orang lain hanya akan melihat siapa Anda? Reputasi Anda? Apa yang sudah Anda lakukan?

Anda bukanlah orang yang mereka kenal. Anda juga belum dinilai baik untuk memberikan nasehat ke mereka. Lebih parah lagi mungkin orang lain malah bersikap negatif dan menganggap Anda ikut campur dengan masalah mereka.

Ampun dah…..! 🙂

Tapi… jika Anda tahu caranya, Anda tetap dapat membantu orang lain dan membuat orang lain percaya dengan semua penawaran Anda.

Gimana caranya…?

Ada 3 cara yang bisa Anda coba lakukan:

Pertamabangunlah persepsi yang baik tentang diri Anda.

Posisikan diri sebagai orang misterius yang menawarkan solusi untuk mengatasi masalah orang lain.

Apa itu persepsi? Persepsi adalah cara pandang seseorang dalam mengatur atau mengartikan sebuah informasi.

Di masyarakat sering kita dapati perilaku seseorang yang lebih didasarkan pada persepsi mereka tentang sesuatu daripada kenyataan itu sendiri. Mereka lebih percaya dengan persepsi yang ada dipikirannya ketimbang fakta sebenarnya.

Contoh: Sebuah produk yang sama dijual di mall dipajang dan disusun rapi dalam etalase mewah, harganya bisa lebih mahal dibandingkan dengan produk yang sama dijual di pasar-pasar tradisional.

Kenapa?

Karena persepsi bahwa produk di mall kualitas dan pelayanannnya menurut mereka pasti lebih bagus.

Jadi bangunlah persepsi yang baik tentang diri dan produk Anda. Bangunlah persepsi dan sensasi seolah-olah orang telah merasakan manfaat atau kenikmatan dari produk yang Anda tawarkan.

Jadi kalau begitu kebanyakan penjual itu penipu dong. Mereka bermain di pikiran dan persepsi orang. Mereka bilang produknya bagus padahal aslinya jelek…

Bukan itu maksud saya…

Ingat, tujuan Anda adalah membuat orang lain mau beli dan percaya dengan semua penawaran Anda, ini tidak ada kaitannya dengan produk jelek atau bagus.

Yang perlu diingat…

Orang tidak akan pernah percaya jika Anda tidak menyampaikan benefit produk Anda sejelek dan sebagus apapun itu.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus bilang produk yang jelek jadi bagus. Betul ini namanya penipuan. Tapi jika produk jelek saja dipromosikan, apalagi produk Anda yang bagus. Jangan kalah dong 🙂

Ngerti kan maksud saya…?

Selanjutnya coba bayangkan ini…

Misalkan, ada seorang teman lama yang tiba-tiba saja datang ke rumah. Tanpa ba…bi…bu… terus bilang mau hutang 100 juta dan janji bulan depan akan dia ganti 2 kali lipatnya.

Kira-kira apa jawaban Anda? dikasih atau tidak?

Pasti tidak, iya kan?

Nah sekarang coba kita ganti skenarionya seperti ini.

Teman Anda mau hutang 100 juta dan janji bulan depan akan dia ganti 2 kali lipatnya. Terus dia bilang dia punya jaminannya, sebuah rumah senilai 200 juta lengkap dengan sertifikatnya. Dia juga bersedia membuat pernyataan yang disaksikan notaris. Kalau dia tidak bisa ganti maka rumah itu jadi milik Anda.

Kira-kira sekarang mau tidak? Pasti mau… 🙂

Nah, ini dia kuncinya.

Agar orang lain percaya dengan penawaran Anda maka berikan rasa aman pada setiap penawaran yang Anda buat.

Dengan kata lain berikan jaminan, garansi, bonus, atau testimoni dari pihak lain yang bisa mereka percaya atau apapun itu yang intinya bisa memberikan rasa aman ke mereka. Rasa aman yang membuat mereka tidak merasa ditipu atau rugi ketika mereka memutuskan untuk menerima semua penawaran Anda.

Kalau mau dirunut, setidaknya ada sekitar 17 teknik yang bisa dipakai di setiap penawaran yang Anda buat untuk memberikan rasa aman ke pelanggan.

  1. Garansi
  2. Asuransi
  3. Free Trial
  4. Free Sample
  5. Demo
  6. Free Support
  7. Free Installation
  8. Testimoni
  9. Hadiah
  10. Paket Hemat
  11. Diskon
  12. Bonus
  13. Jaminan
  14. Voucher
  15. Cashback
  16. Data dan fakta

Silahkan dicoba dan rasakan efeknya.

Nah, 2 cara ini saja sebenarnya sudah cukup ampuh untuk membuat orang lain percaya dengan semua penawaran Anda.

Tapi kita harus sadar, bahwa:

  1. Tidak semua konsumen bisa merespon dengan cepat semua penawaran.
  2. Terkadang konsumen merasa kurang perlu dengan solusi Anda sekarang.
  3. Mereka berpikir kenapa mereka harus beli sekarang.

Untuk masalah ini kamu perlu cara ketiga, yaitu buat penawaran yang mendesak.

Kemas penawaran Anda agar produk Anda itu menjadi sesuatu yang harus dibeli sekarang, bukan nanti, bukan besok, bukan lusa. Tapi sekarang…

Catat ya… SEKARANG.

Buat kesannya mereka tidak akan pernah mendapatkan produk Anda jika menolak atau tidak membelinya sekarang. Atau bangun seolah-olah mereka merasa bersalah jika menolak penawaran Anda.

Dalam ilmu marketing teknik ini sering disebut dengan scarcity.

Scarcity adalah sebuah teknik marketing dengan memberikan efek terbatas atau kelangkaan dalam promosi sehingga akan membuat calon pembeli ingin segera membeli produk Anda tanpa pikir panjang.

Ada 4 elemen yang bisa Anda pakai untuk menerapkan teknik scarcity ini.

1. Produk. Ini memberikan keterbatasan pada jumlah produk yang dijual. Karena produksinya terbatas ya penjualannya juga terbatas. Biasanya penjualan ditutup setelah seluruh produk habis dan laku terjual.

2. Waktu. Ini memberikan keterbatasan pada waktu penjualan. Misalkan penjualan dilakukan hanya dalam beberapa hari saja. Ditentukan hari, tanggal, jam, menit, hingga detik kapan penjualan akan berakhir. Efek ini juga terbukti cukup ampuh sehingga calon terpancing segera mengambil tindakan di rentang waktu tersebut.

3. Jumlah pembeli. Ini memberikan keterbatasan pada jumlah pembeli. Jadi penjualan akan ditutup ketika pembeli sudah memenuhi kuota dan sesuai target penjualan.

4. Bonus. Bukan cuma produk utama, bonus juga bisa diberikan efek keterbatasan yang sama. Dalam kondisi tertentu terkadang orang memutuskan membeli karena bonusnya. Selain alasan produk utama tentunya, bonus juga punya peran yang cukup besar untuk menggaet pembeli. Efek bonus terbatas, bisa jadi merupakan faktor utama agar konsumen mengambil keputusan dengan segera.

Nah, jadi kesimpulannya bagaimana membuat orang lain percaya dengan semua penawaran Anda:

  1. Bangun persepsi yang baik tentang produk.
  2. Berikan rasa aman dengan jaminan.
  3. Buat penawaran yang mendesak.

Semoga bermanfaat.

Bagaimana Membuat Orang Lain Mau Mengeluarkan Uangnya Untuk Anda

0
mau mengeluarkan uangnya

Sebelum kita  masuk ke inti pembahasan, saya ingin Anda coba tanyakan ini ke diri sendiri dulu, kira-kira apa yang bikin Anda mau mengeluarkan uangnya untuk orang lain?

Saya yakin, jawaban Anda pasti erat kaitannya dengan diri sendiri dan orang lain.

Jika jawaban Anda berkaitan dengan diri sendiri, mungkin Anda akan jawab:

  1. Karena nyawa saya sedang terancam.
  2. Saya sedang dirampok atau ditodong senjata.
  3. Saya sedang sakit dan sangat butuh pertolongan medis segera.
  4. Atau karena sesuatu yang Anda anggap suci demi kehidupan spiritual.

Bener tidak? 🙂

Jika jawaban Anda berkaitan dengan orang lain, mungkin Anda akan jawab:

  1. Untuk orang-orang yang sangat Anda cintai seperti orangtua, istri, anak, keluarga.
  2. Keluarga sedang dalam bahaya, dalam kesulitan, dan mau tidak mau Anda harus mengeluarkan uang untuk mereka.

Tapi apapun alasannya…

Intinya adalah Anda mau mengeluarkan semua uang yang Anda miliki untuk sesuatu yang sangat berharga dalam hidup Anda. Dengan kata lain Anda mau mengeluarkan uang, jika itu menyangkut dengan kebutuhan Anda yang nilainya sama atau lebih besar dari diri Anda sendiri.

Nah, kabar baiknya dalam hidup ini semua orang pasti punya kebutuhan…

Bener tidak?

Terlepas apakah kebutuhan kita sama atau tidak, yang jelas setiap orang pasti punya kebutuhan. Baik itu kebutuhan primer ataupun kebutuhan sekunder.

Dan yang menarik disini… sebagai penjual, dengan mengetahui kebutuhan orang lain maka Anda punya kesempatan membuat orang lain mau mengeluarkan uangnya untuk Anda. Anda bisa menjual sesuatu yang sangat mereka butuhkan yang nilainya sama atau lebih besar dari hidup mereka.

Tapi yang jadi masalah… terkadang orang tidak pernah bilang apakah dia butuh, apalagi ke orang lain yang tidak dia kenal. Ini membuat Anda tidak tahu pasti apa yang sedang jadi kebutuhannya.

Iya kan…?

Ada cara termudah agar Anda bisa mengetahui apakah orang itu butuh dengan produk Anda atau tidak yaitu dengan mencari tahu telebih dulu apa yang menjadi penderitaannya.

Ingat! kata kuncinya adalah “penderitaan”.

Orang dapat diidentifikasi dengan mudah apa kebutuhannya, jika Anda dapat mengidentifikasi penderitaannya secara pasti. Dengan begitu Anda bisa membantu mereka yang menderita, keluar dari penderitaannya.

Untuk bisa mengenali penderitaan orang lain dengan baik dibutuhkan rasa empati yang mendalam yang keluar dari dalam diri, bukan topeng atau balutan semata. Anda harus bisa merasakan penderitaan orang lain seolah-olah Anda pernah merasakan hal yang sama.

Empati itu kerja hati, maka gunakan hati untuk dapat merasakan ini.

Nah, setelah tahu apa kebutuhannya, setelah tahu apa penderitaannya, dan setelah Anda buktikan dengan empati…

Selanjutnya tawarkan solusi…

Dari penjelasan saya, mungkin Anda akan merasa jualan itu kejam. Kok rasanya seperti memanfaatkan atau menari-nari di atas penderitaan orang lain.

Tidak sama sekali.

Jika Anda paham esensi dari jualan, maka saya yakin Anda  pasti lebih nyantai menjalankan semua langkah yang saya sebutkan.

Apa esensi jualan? Esensi jualan adalah menolong orang. Jualan adalah proses pertukaran antara uang dan manfaat. Setiap uang yang dikeluarkan oleh pembeli akan ditukar dengan manfaat yang dikemas dalam bentuk produk baik berupa barang ataupun jasa.

Setiap manfaat pasti memiliki kemampuan untuk memenuhi keinginan, kebutuhan, bahkan menyelesaikan sebuah permasalahan. Dan itu adalah sebuah pertolongan.

Nah inilah 4 langkah yang bisa Anda pakai agar orang lain mau mengeluarkan uangnya untuk Anda.

  • Pertama: Pahami kebutuhannya.
  • Kedua: Identifikasi penderitaannya.
  • Ketiga: Buktikan rasa empati Anda.
  • Keempat: Tawarkan solusi.

Semoga bermanfaat.

Bagaimana Meningkatkan Penjualan Dengan Strategi Penawaran Terbatas

0
strategi penawaran terbatas

Anda pasti pernah mendengar istilah Limited Offer (Penawaran terbatas). Penawaran terbatas biasa digunakan oleh penjual untuk membuat penawaran yang sangat menarik dan memikat.

Disini penjual bermain di psikologi konsumen, dimana orang akan jauh lebih menghargai sesuatu yang terbatas dan sulit diperoleh daripada sesuatu yang selalu ada.

Udara begitu penting tapi manusia tidak sadar dan kurang menghargainya karena ada dimana-mana. Buah kelapa murah di Indonesia karena banyak tapi di Hongkong kelapa cukup mahal karena pohon kelapa tidak tumbuh disana. Buruh dibayar cukup mahal di Malaysia sedang di Indonesia sebaliknya karena masih sangat banyak.

Dan banyak contoh lainnya.

Anda pasti juga sering melihat atau mungkin mendengar sebuah penawaran yang menggunakan strategi penawaran terbatas seperti ini.

Produk yang dijual dengan strategi seperti ini akan memancing lebih banyak orang untuk segera beli karena eksklusifitasnya.

Strategi penawaran terbatas/kelangkaan/scarcity adalah sebuah teknik marketing dengan memberikan efek terbatas atau kelangkaan dalam penjualan produk sehingga akan membuat calon pembeli ingin segera membeli tanpa pikir panjang lagi.

Satu hal yang cukup penting namun terkadang malah sering dilupakan oleh pemasar ketika menawarkan produk adalah mereka tidak bisa menjawab kenapa konsumen harus beli produk mereka sekarang?

Kebanyakan konsumen ketika menerima sebuah penawaran, bukan mereka tidak mau beli atau tidak butuh tapi karena mereka terus menunda yang ujung-ujungnya mereka lupa tanpa disengaja.

Dengan memberikan scarcity pada setiap penawaran Anda akan membuat mereka berpikir dan mengambil keputusan dengan cepat, membeli produk Anda atau tidak sama sekali.

Jadi efek terbatas atau kelangkaan seperti apa yang bisa kita manfaatkan lebih jauh? Ada beberapa elemen yang bisa dimanfaatkan untuk diberikan efek scarcity ini. Beberapa diantaranya adalah:

  • Terbatas produknya. Efek ini memberikan keterbatasan pada jumlah produk yang dijual. Karena produksinya terbatas ya penjualannya juga terbatas. Biasanya penjualan ditutup setelah seluruh produk habis dan laku terjual.
  • Terbatas waktunya. Efek ini memberikan keterbatasan pada waktu penjualan. Misalkan penjualan dilakukan hanya dalam beberapa hari saja. Ditentukan hari, tanggal, jam, menit, hingga detik kapan penjualan akan berakhir. Efek ini juga terbukti cukup baik sehingga calon terpancing segera mengambil tindakan di rentang waktu tersebut.
  • Terbatas jumlah pembelinya. Efek ini memberikan keterbatasan pada jumlah pembeli. Jadi penjualan akan ditutup ketika pembeli sudah memenuhi kuota dan sesuai target penjualan.
  • Terbatas bonusnya. Bukan cuma produk utama, bonus juga bisa diberikan efek keterbatasan yang sama. Dalam kondisi tertentu terkadang orang memutuskan membeli karena bonusnya. Selain alasan produk utama tentunya, bonus juga punya peran yang cukup besar untuk menggaet pembeli. Efek bonus terbatas, bisa jadi merupakan faktor utama agar konsumen mengambil keputusan dengan segera.

Strategi penawaran terbatas bisa diterapkan di hampir semua bisnis baik offline atau online.

Kalau di bisnis online, misal Anda ingin menggunakan efek terbatas waktu, maka Anda bisa mengatur waktunya sesuai dengan keinginan dan ini akan berjalan secara otomatis.

Di website bisa ditampilkan waktu dengan metode hitung mundur baik itu hari, jam, menit, hingga detik ke detik.

Pengunjung yang melihat ini biasanya secara psikologi langsung bertindak atau paling tidak mereka mencatat waktu dan tanggal kapan penjualan akan berakhir.

Nah, inilah teknik bagaimana meningkatkan penjualan dengan strategi penawaran terbatas. Dan memang setiap bisnis harus punya strategi sehingga Anda bisa menarik sebanyak mungkin pembeli dan meningkatkan penjualan produk Anda.

Semoga bermanfaat.

 

Bagaimana Mencari Dan Menemukan Konten Viral Di Facebook

0
menemukan konten viral

Sebelum saya kasih tahu bagaimana caranya menemukan konten viral, sedikit saya ingin jelaskan tentang apa yang dimaksud dengan konten viral dan kriteria sebuah konten dapat dikatakan berpotensi viral.

Viral Content adalah istilah yang disematkan pada sebuah konten atau ide dimana konten tersebut menyebar dengan cara dibagikan dari satu orang ke orang yang lain.

Karena menggunakan media Facebook maka viral yang dimaksud disini adalah menyebar luas di Facebook.

Yang menentukan sebuah konten disebut viral atau berpotensi viral bukan dari jumlah like, comment, atau sharenya. Karena like, comment, atau share itu sangat relative tergantung reach dari konten tersebut. Sementara reach juga sangat bergantung dari algoritma Facebook sendiri.

Fanspage dengan jumlah fans sangat banyak, tentunya akan mudah mendapatkan jumlah interaksi di setiap postnya karena reach organicnya juga besar.

Jadi apa yang menentukan sebuah konten itu viral?

Konten viral ditentukan berdasarkan rasio atau perbandingan jumlah like dan share. Sebuah post berpotensi viral bila nilai perbandingan like dan share 20% atau lebih.

Contoh:

  • Post A: 1000 like, 200 share -> potensi viral.
  • Post B: 1000 like, 1000 share -> viral
  • Post C: 1000 like, 2000 share -> viral banget

Seorang professor bernama Jonah Berger, menganalisa 10.000 konten dan menemukan ada 6 kunci mengapa konten bisa menjadi viral. Ia menyebutnya 6 key STEPPS.

Analisa ini membuktikan bahwa sebuah konten di sosial media bisa menjadi viral bukan karena kebetulan. Viral itu bisa diciptakan.

6 kunci ini dijelaskan secara lengkap dibukunya yang berjudul Contagious: Why Things Catch On. 6 kunci itu adalah:

S = Social currency
T = Trigger
E = Emotion
P = Public
P = Practical value
S = Story

Dari 6 faktor tersebut yang bisa dicari dan ditemukan di Facebook adalah Emotion dan Story.

Hampir bisa dipastikan seseorang itu berbagi karena emosinya. Mereka terpengaruh ketika melihat atau membaca konten di Facebook. Pikiran yang sudah bercampur dengan emosi mempengaruhi mereka untuk segera mengambil tindakan saat itu juga. Kepedulian, memancing mereka untuk berbagi. Jadi prinsipnya “When We Care, We Share”.

Ada 2 jenis emosi, yaitu positif dan negatif.

Contoh:

  • Share karena emosi positif
    Fans Barcelona, ketika melihat jagoan nya juara liga, perasaan mereka senang bukan main dan mereka akan berbagi berita kemenangan jagoannya dan tidak berhenti membicarakan topik itu.
  • Share karena emosi negatif
    Orang yang berjiwa nasionalis, ketika membaca dan mendengar kebijakan buruk pemerintah akan merasa marah. Lalu mereka berbagi konten tersebut, dan tidak henti-hentinya membicarakan topik tersebut.

Jadi baik konten positif ataupun konten negatif sama-sama berpotensi untuk menjadi sebuah konten yang viral. Tapi yang paling penting bukan jenis emosinya tapi tingkat emosinya, karena ini yang bisa menyebabkan suatu konten bisa menjadi viral.

Semakin tinggi level emosi yang terlibat maka semakin tinggi pula keinginan orang untuk berbagi.

Jonah Berger menyebutnya dengan AROUSAL.

menemukan konten viral

Emosi diekspresikan dengan kata-kata. Jadi kalau di Facebook, kita bisa mencari kata-kata yang berkaitan dengan emosi orang ketika membagikan sebuah konten.

Bagaimana cara mencarinya? Untuk bisa mencari konten seperti ini Anda membutuhkan sebuah tools khusus namanya The Graph.

Tools ini sangat membantu dan memudahkan pekerjaan Anda mencari sebuah konten hanya dengan memasukkan beberapa kata yang mengeskpresikan emosi seseorang.

Berikut caranya:

1. Jalankan The Graph dan masukkan kata-kata yang mewakili emosi.

Positif  (High Arousal):

  • amazing, awesome, incredible, cool, lol, cute, wow, epic, keren, hahaha, wkwkwk, subhanallah, masya allah, dsb

Negatif (High Arousal):

  • w*f, wh*t the f*ck, wh*t the h*ll, bast*rd, parah, gila, anjr*t, kampr*t, bangke, sadis, sialan, terkutuk, astaghfirullah, dsb

Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan topik tertentu yang sedang Anda cari. Misal: cute cats, amazing talent, lol yoga dsb.

2. Jenis posting yang Engaging.

Setelah kita tau emosi dan topik yang ingin dicari, yang perlu di perhatikan adalah jenis post yang paling engaging di Facebook yaitu video dan photo. Video, dan photo adalah jenis post yang paling engaging diantara jenis post lainnya.

Menemukan Konten Berpotensi Viral

3. Kemudian filter berdasarkan waktu

Dengan The Graph kita bisa memfilter pencarian kita berdasarkan waktu kapan post tersebut di posting. Jadi kita bisa mendapatkan konten viral yang paling up to date, atau kita bisa cari konten viral di masa lalu untuk diposting ulang untuk mendapatkan efek viral yang sama.

Menemukan Konten Berpotensi Viral

4. Berapa rasio Like dan Sharenya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya diatas, patokan sebuah konten viral atau berpotensi viral bukan dari jumlah interaksinya tapi dari nilai perbandingan like dan share.

Dan jika sudah menemukan post yang berpotensi viral seperti ini, kita bisa tiru post tersebut kemudian kita boost reachnya dengan diiklankan beberapa dollar saja.

5. Tentukan interest audience yang sesuai

Tentunya jika kita mau mengiklan suatu post, kita harus menargetkannya ke audience yang sesuai dengan topik tersebut. Sehingga kemungkinan post tersebut jadi viral juga menjadi lebih besar.

Jangan mengiklankan video anjing lucu ke audience Ust. Yusuf Mansyur. Ini namanya gak nyambung.

Penasaran dengan hasilnya?

Inilah beberapa post yang pernah saya bikin sendiri maupun saya tiru dari FansPage sebelah lalu saya iklankan beberapa dollar saja.

Menemukan Konten Berpotensi Viral

Menemukan Konten Berpotensi Viral

Menemukan Konten Berpotensi ViralSekarang coba bayangkan, bagaimana kalau seandainya post kita jadi sangat viral dan dilihat oleh jutaan orang lalu di dalamnya ada sedikit jualan kita. 😀

The graph telah membantu lebih dari 2000+ online marketer dan diliput secara exclusive oleh Tech in Asia. Buat yang belum punya toolsnya bisa langsung kesini The Graph.

Website ini sedang dalam perbaikan. Mohon maaf jika Anda menemukan ada beberapa link yang masih error.